Sabtu, 22 September 2012

Wanita Pengukir Sejarah (cerita motivasi)...

Diri memang tak semulia Khadijah
.....yang dari rahimnya juga lahir seorang wanita penghulu syurga berikutnya
Tak juga setegar Asma binti Abu Bakar
.....yang keberaniannya mengambil andil peran pada hijrah Rosullulah bahkan disaat sedang hamil besar, Jabal Tsur menjadi saksi bahwa beliau memang tiada duanya
Mungkin bahkan diri tak selayak Al Khansa''
....yang menangisnya hanya karena rasa khawatir pada Baginda Nabi, tak ada air mata setelahnya, dan saat khabar syahid keempat putranya tak ada setitik duka, 
hanya tersisa kerinduan tak ada lagi putra berikutnya yang akan menyusul syahid



Pada dekade selanjutnya....diripun sungguh tak mampu sesuci seorang Rabi'ah
....yang menisbatkan hidup hanya dengan Mahabah, tiada lagi segenap harap dan raja' karena yang tersisa hanya cinta pada-Nya
Tak pula seperkasa Zainab Al-Ghazali
.....yang dipenjara karena makna penanya, betapa katanya mampu menggetarkan penguasa, dan anjing-anjing dipenjarapun menjadi saksi jiwanya tak bisa dinista



Ya....setiap masa ada pengukir sejarahnya
Dan semua kita bisa membuat ukiran seindah yang kita mau 
Walau tak semulia Khadijah
Tak setegar Asma
Tak seagung Al-Khansa'
Tak sesuci Rabi'ah
Juga tak seperkasa seorang Zainab dari Mesir
Tapi kita bisa menjadi seuntai awan kecil yang selalu bercita membuat hujan, meski hanya mampu beri tetesan tapi inilah permulaan hijau disebuah gurun nan gersang
S e m o g a . . . .
Menjadi seuntai awan kecil yang mempunyai visi peradaban

***

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”   (QS Yusuf: 111)

(Tentang Pengukir Sejarah 1)

Khadijah RA binti Khuwailid.

Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abd Al Uzza’. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya. Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.  Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita Quraisy.

Rasulullah bersabda tentang Khadijah, “Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. la beriman kepadaku di saat orang lain ingkar kepadaku, ia mempercayaiku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah mengaruniakan kepadaku putra (dari hasil perkawinan dengan) nya sedang wanita-wanita lain tidak.”
Keistimewaan Khadijah, RA:
1  .  Ia adalah wanita yang pertama kali memeluk Islam, yang pertama sholat bersama Nabi. Ia beriman kepada Nabi disaat semua orang kafir padanya.

2.      Ia adalah wanita pertama yang dijamin masuk surga bahkan ia mendapat kabar gembira dari Allah, bahwa Allah telah membangunkan bagi rumah di surga. Salah satu dari 4 wanita penghulu surga.
Abu Hurairah RA menyatakan bahwa Jibril datang kepada nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga”. (Mutafaq ‘alaih)

3. Manusia pertama yang mendapat salam dari Allah yang disampaikan dari langit ke tujuh. Ia pantas menerimanya karena selalu setia mendampingi Nabi dalam kondisi seperti apapun.

Anas RA meriwayatkan bahwa ketika Jibril datang kepada Rasulullah saw yang sedang berduaan dengan Khadijah RA, Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah”. Khadijah membalas, “Sesungguhnya Allah-lah As Salaam (Maha Pemberi Kesejahteraan). Sebaliknya kuucapkan salam kepada Jibril dan kepadamu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahNya kepadamu.” (HR An Nasa’i)

4. Wanita pertama yang layak dikategorikan shiddiq di antara wanita mukmin lainnya.

(Pengukir Sejarah 2)

Asma’ binti Abu Bakar.

Nama lengkapnya adalah Asma’ binti Abdullah bin Utsman Abi Bakar As-Sidik. Lahir pada tahun 27 sebelum Hijriyah, dan termasuk orang-orang pertama yang masuk Islam (Assabiqun Awwalum). Menikah dengan Zubair bin Awwab yang dikenal sebagai salah satu dari orang-orang yang telah dijanjikan masuk surga. Bahkan ia merupakan ibu dari Abdullah bin Zubair yang dikenal sebagai salah satu dari ke empat orang-orang terkemuka dalam bidang Hadits (al Ibadalah al Arbaah). Maka tidaklah mengherankan sekali, jika kelahirannya pula merupakan kelahiran pertama yang dirayakan di Madinah. Dan tak hanya itu saja, ayah, ibu, suami, anak, dan saudara perempuan Asma’ bin abu Bakar, merupakan sahabat-sahabat Nabi yang setia

Dalam sebuah riwayat dari Bukhari dicertakan bahwa Asma ra. sendiri pernah menceritakan tentang keadaan hidupnya.

"Ketika aku menikah dengan Zubair r.a., ia tidak memiliki harta sedikit pun, tidak memiliki tanah, tidak memiliki pembantu untuk membantu pekerjaan, dan juga tidak memiliki sesuatu apa pun. Hanya ada satu unta milikku yang biasa digunakan untuk membawa air, juga seekor kuda. Dengan unta tersebut, kami dapat membawa rumput dan lain-lainnya. Akulah yang menumbuk kurma untuk makanan hewan-hewan tersebut. Aku sendirilah yang mengisi tempat air sampai penuh. Apabila embernya peceh, aku sendirilah yang memperbaikinya. Pekerjaan merawat kuda, seperti mencarikan rumput dan memberinya makan, juga aku sendiri yang melakukannya. Semua pekerjaan yang paling sulit bagiku adalah memberi makan kuda. Aku kurang pandai membuat roti. Untuk membuat roti, biasanya aku hanya mencampurkan gandum dengan air, kemudian kubawa kepada wanita tetangga, yaitu seorang wanita Anshar, agar ia memasakkannya. Ia adalah seorang wanita yang ikhlas. Dialah yang memasakkan roti untukku."

Ketika Rasulullah saw. sampai di madinah, maka Zubair r.a. telah diberi hadiah oleh Rasulullah saw. berupa sebidang tanah, seluas kurang lebih 2 mil (jauhnya dari kota). Lalu, kebun itu kami tanami pohon-pohon kurma. Suatu ketika, aku sedang berjalan sambil membawa kurma di atas kepalaku yang aku ambil dari kebun tersebut. Di tengah jalan aku bertemu Rasulullah saw. dan beberapa sahabat Anshar lainnya yang sedang menunggang unta. Setelah Rasulullah saw melihatku, beliau pun menghentikan untanya. Kemudian beliau mengisyaratkan agar aku naik ke atas unta beliau. Aku merasa sangat malu dengan laki-laki lainnya. Demikian pula aku khawatir terhadap Zubair r.a. yang sangat pencemburu. Aku khawatir ia akan marah. Memahami perasaanku, Rasulullah membiarkanku dan meninggalkanku. Lalu segera aku pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, aku menceritakan peristiwa tersebut kepada Zubair r.a. tentang perasaanku yang sangat malu dan kekhawatiranku jangan-jangan Zubair r.a. merasa cemburu sehingga menyebabkannya menjadi marah. Zubair r.a berkata:
"Demi Allah aku lebih cemburu kepadamu yang selalu membawa isi-isi kurma di atas kepalamu sementara aku tidak dapat membantumu'"

Ia meriwayatkan 56 Hadits Nabi, dan 26 di antaranya terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Asma’ bin Abu Bakar meninggal dunia di Mekah pada usia seratus tahun. Anehnya pada usia yang begitu lanjut itu, tak ada satu pun giginya yang patah, dan otaknya masih sangat sehat dan berjalan sebagaimana mestinya, tidak sebagaimana orang-orang tua lainnya. Ia merupakan orang Muhajirin yang terakhir meninggal dunia.

(Pengukir Sejarah 3)

Zainab Al-Ghazali

Dia terlahir di wilayah Al-Bihira, Mesir pada 1917, dan merupakan keturunan dari kalifah kedua Islam, Umar bin Khattab dan Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ketika masih berusia sangat muda, 10 tahun, Zainab Al-Ghazali telah memperlihatkan kepandaian dan kelancarannya dalam berbicara di depan umum. Dan sepanjang hidupnya, dia lantas membentuk dirinya sebagai orang yang berhasil belajar secara otodidak. Ambisinya yang kuat dan tekadnya yang membara, membuatnya maju untuk mencapai jenjang pendidikan tinggi, pada saat kaum wanita pada saat itu jarang yang mengenyam pendidikan karena dianggap tabu.

Zainab Al-Ghazali adalah satu dari banyak pejuang wanita yang mengukirkan sejarahnya dengan menulis. Menulis memang mampu menghadirkan banyak fenomena. Begitu banyak tokoh mencipta karya, begitu banyak fenomena tercipta. Satu fenomena yang seakan-akan mengguratkan heroisme adalah perlawanan pena seorang tokoh. Pena telah menjadi alat perlawanan untuk menentang kezaliman. Dengan pena, seorang tokoh hendak menombak penguasa yang telah berlaku sewenang-wenang. Pena di tangan seorang tokoh kerap bersuara meskipun harus pula berbuah penjara dan siksaan.

Mungkin kita pernah mendengar kisah seorang Zainab Al-Ghazali (1917–2005). Perempuan Mesir ini merangkai kalimat yang membuat pena bermakna. Banyak referensi untuk mengenal dan mengkaji sosok muslimah ini.
Dari banyak referensi itu, Nafiah Al-Mar’ab (2010) menyusun kalimat mengenang perjuangan pena Zainab Al-Ghazali.

“Suatu ketika ia melihat kondisi pemerintahan Mesir melakukan kezaliman yang luar biasa. 
Dilandasi rasa keimanan yang mendalam, Zainab mengirimkan tulisan ke media massa nasional yang isinya mengkritisi kebijakan pemerintah Mesir. Tulisan Zainab serta-merta mendapat respons negatif dari pemerintah Mesir. Maka, pada suatu malam diculiklah Zainab oleh aparat pemerintah Mesir. Zainab lalu dimasukkan ke kamar sempit yang gelap gulita dalam kondisi terikat. Beberapa menit kemudian lampu kamar dinyalakan. Dan ternyata di dalam kamar tersebut telah berkumpul puluhan ekor anjing yang disiapkan untuk menyiksa Zainab. Dengan dibalut pakaian putih, Zainab tak henti-hentinya berdo;
“Ya Allah, sibukkanlah aku dengan mengingati-Mu, sehingga hal yang lain tak terasakan olehku”.
 Anjing-anjing tadi pun menyerang Zainab. Menggigit sekujur tubuh Zainab. Ia hanya mampu memejamkan mata, tak sanggup menyaksikan puluhan anjing tadi menggerogoti tubuhnya. Tak berapa lama kemudian, pintu kamar dibuka kembali dan lampu dinyalakan. Subhanallah, dengan izin Allah, Zainab tak mendapati sedikit pun luka di sekujur tubuhnya. Allah Azza wa Jalla telah menunjukkan kekuasaan-Nya pada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan Zainab sebagai juru dakwah tulisan telah melakukan hal yang patut menjadi renungan untuk para aktivis dakwah tulisan pada hari ini.”
Tinta-Tinta Dakwah dalam Dwi Suwiknyo dkk., Menulis, Tradisi Intelektual Muslim

Penjara dan siksaan, tidak pernah mematahkan tekadnya bahkan membuatnya lebih kuat. Zainab Al-Ghazali meninggalkan warisan berupa perjuangan membela Islam dan reputasinya sebagai aktivis perempuan yang tanpa ragu melawan sekularisme dan liberalisme dan menggantikannya dengan nilai-nilai Islam.
Saat kerap kudengar pergolakan di Mesir sekarang ini, merindu sosok setangguh Zainab Al-Ghazali.

(Pengukir sejarah itu bernama diri)

Tentang kita

Begitulah mereka telah mengukirkan sejarahnya. Abadi, membuat makna diri yang membawa cerah untuk semesta.  Adalah kita, kitapun mampu mengukir sejarah peradaban. Untuk itu setidaknya ada 2 syarat untuk menjadi diri pengukir sejarah. Setidaknya ini menurutku :)

Syarat 1: 
Harus menjadi pribadi yang mempunyai visi. Visi yang jelas, visi tentang sebuah cita-cita besar, bukan sebat pada seorang pangeran dari negeri dongeng. Visi menjadi ibu generasi,  menjadi wanita pengukir sejarah adalah sebuah visi peradaban.

Syarat 2:
Harus aktif mengubah diri dari shalih menjadi muslih. Mengaktualisasikan diri dengan tarbiyah dan peran apa saja yang mampu diambil. Tak kenal jeda, tak ada istilah istirahat, tak mengharap pujian dan selalu meluruskan niat hingga khusnul khotimah. Aamiin.

***

Epilog

Kisah Seuntai Awan Kecil Oleh Subcomandante Marcos
Kutipan dari Kumpulan Tulisan Terpilih "Kata adalah Senjata"

Alkisah, hiduplah sebuah awan kecil.
......................

Maka tumbuh-tumbuhanpun bangun dan mengintip, dan untuk sesaat seisi padang gersang tersaput warna hijau. Awan-awan besarpun melihat hijau itu dari kejauhan dan berkata:
"Lihat ada banyak hijau disana. Ayo kita bikin hujan ditempat itu. Kita tidak tahu disana begitu hijau !"
.....................

Tak seorangpun ingat, tapi si batu menyimpan rahasia tentang seuntai awan kecil. Waktu berlalu, awan-awan besar pertama itupun lenyap dan tanaman-tanaman pertamapun mati.
Dan batu yang tak pernah mati, memberitahu tanaman-tanaman baru yang terlahir dan awan-awan baru yang tiba, kisah tentang seuntai awan kecil yang mengucurkan setetes hujan.

***

Penuh cinta untuk saudara yang ada di Mesir dan dimanapun, teruslah mengukir sejarah.

Jodoh Tidak Akan Pernah Tertukar... (cerita motivasi)

Aku teringat kisah seorang teman...

Ia adalah seorang muslimah yg senantiasa terjaga. Hari-harinya senantiasa diisi dengan kegiatan bermakna.. Apalagi kalau bukan mengisi kajian, membaca buku, menulis tausyah dan sebagainya.

Suatu hari, ia memiliki permasalahan dakwah yg begitu besar. Bahkan ia bingung, kepada siapa ia harus meminta bantuan... Tak ayal, dia hanya bisa memohon dalam sujud panjangnya agar segera diberi jalan keluar terbaik.

Tak berapa lama... Ia dikenalkan dengan seorang ikhwan, tepatnya terpaut 6 tahun yg pada saat itu, ikhwan tersebut memberikan bantuan berupa masukan-masukan serta solusi mengenai problema dakwah yg sedang dialami temanku itu.

Saat itu temanku benar-benar berterima kasih serta mengucap rasa syukur sedalam-dalamnya... Karena perlahan problema dakwah yg sedang dihadapi menemui titik terangnya.

Namun, setelah titik terang ditemui.. ternyata menambah sebuah problema baru. Bagaimana tidak, kedekatannya dengan sang ikhwan tersebut.. ternyata memunculkan benih-benih cinta dalam hatinya.

Sungguh, sebenarnya temanku itu tak mau memiliki rasa seperti itu, ia pun ingin membuang jauh-jauh bayangan tentang ikhwan tersebut yg sebenarnya sudah dianggap oleh temanku itu sebagai seorang kakak. Ya! hanya sebatas kakak.

Tapi, apa mau dikata... rasa kagum karena kefahaman ikhwan tersebut akan ilmu agama serta keshalihannya ternyata mampu mengalihkan keimanan temanku itu. Ia selalu uring-uringan dan pada akhirnya hidupnya jadi tak bersemangat lagi.. Kalau dulu, ia bersujud panjang karena rasa khouf-nya yg ada.. kini dalam sujud panjangnya selalu terhadirkan genangan air mata, ingin disatukannya ia dengan ikhwan tersebut.

Sampai suatu hari, ia menceritakan semuanya padaku... dan aku pun mencoba menenangkannya. Ia terus menangis dan menangis sejadi-jadinya. Ia sudah tak tahan lagi terhadap kegalauan perasaannya. Ia takut rasa itu akan semakin mencengkeramnya dengan kuat dan akhirnya terbius oleh hawa nafsu syaitan.

Aku pun mencoba memberikan saran, untuk coba berterus terang terhadap ikhwan tersebut akan perasaan temanku ini yg sebenar-benarnya. Malah kalau perlu langsung menawarkan diri untuk minta dinikahinya. Bukankah Siti Khadijah juga menawarkan diri kepada Rasululloh, hanya saja melalui seorang perwakilan? Apakah menawarkan diri ini disampaikan melalui perwakilan atau secara langsung oleh diri sendiri terserah, asalkan caranya baik & sesuai dengan syariat Islam. Bila ingin maju tanpa perwakilan tentu harus siap dengan satu syarat: harus siap mental!.



Temanku akhirnya paham dan memberanikan diri untuk menawarkan diri terhadap ikhwan tersebut, tentu minta untuk dinikahi.. bukan untuk dipacari. Dan ia sudah siap dengan berbagai kemungkinan yg akan terjadi. Tapi bismillah saja lah, pikirnya. Toh aku bukan meminta pada ikhwan tersebut tapi sebenar-benarnya aku meminta pada Sang Pemilik ikhwan tersebut (red. Alloh), kata temanku.

Dan setelah beberapa lama, aku kehilangan kabar temanku ini. Entah apa yg telah terjadi, namun rasa keingintahuanku begitu membuncah.. Sampai pada akhirnya, aku mendapat kabar darinya.. bahwa ikhwan tersebut telah menikah, dengan akhwat yg lain.

Aku ikut bersedih, tentu ada rasa kekecewaan yg hadir terhadap diri temanku tersebut. Tapi, ketika aku menemuinya, ia begitu tegar.. dan mengatakan "Aku sudah menawarkan diri pada ikhwan tersebut, tapi ikhwan tersebut justru menyerahkan undangan pernikahannya padaku. Aku mungkin telat menawarkan diriku padanya, tapi sungguh aku yakin bahwa jodohku tak akan pernah tertukar oleh siapapun".

Degg... tiba-tiba aku terlemas. Kata-katanya begitu menghujam dalam kalbuku. Ia sungguh wanita sholehah.. Aku yakin, ia akan mendapatkan jodohnya yg terbaik kelak.

Setelah pertemuan itu. Aku tak bertemu lagi dengan temanku tersebut... Kita benar-benar loss contact sama sekali.

***

Kita kembali dipertemukan.. tepatnya ketika aku berkunjung ke toko buku. Ia masih tampak seperti yg dulu, setelah pertemuan terakhirku dengannya setahun yg lalu. Ia pun menghampiriku dan menyapaku, lalu mengajakku untuk mampir ke sebuah rumah makan yg tak jauh dari toko buku itu. Disanalah kita berbincang kembali... kemudian ia menceritakan padaku, bahwa ia sempat ta'aruf namun gagal hingga kedua kalinya. Dengan hanya karena sebuah alasan, bahwa temanku itu adalah seorang "Aktivis".

Aku tak habis pikir mendengar ceritanya, wanita seperti dia, bisa ditolak ikhwan hanya karena alasan itu??!! Huhh..!! aku emosi sekali. Jarang-jarang kan ada wanita yg seperti ini, sudah cantik, sholehah, pemahaman ilmu agamanya banyak dan aktifis dakwah pula. Apalagi sih yg dicari dari para ikhwan tersebut?!

Ahh, itu pasti karena ikhwan tersebut takut menyeimbangi kafaah yg dimiliki temanku ini. Belum maju ke medan perang, ehh.. udah mundur selangkah demi selangkah. Capekkk dah!!

Tapi sekali lagi, tak ada rasa kekecewaan yg muncul dari temanku ini.. meski aku yakin, namanya juga manusia, tentu temanku merasakan sakit yg terdalam di hatinya mengenai kegagalannya berkali-kali dalam menuju gerbang pernikahan.

***

Itu dulu.. ketika 1,5 tahun yg lalu kita bercerita... Tapi lihatlah kini, surat undangan pernikahan berwarna merah telah berada di genggaman tenganku. Akhir dari sebuah perjalanan seorang temanku.

Dan sungguh benar janji Alloh, "Perempuan-perempuan yg keji adalah untuk yg keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yg keji, sedangkan wanita-wanita yg baik untuk laki-laki yg baik dan laki-laki yg baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yg baik…” (QS. An-Nur: 26).


Ternyata apapun yg telah Alloh tetapkan bagi manusia merupakan hak-Nya, pasti ada hikmah besar di dalamnya, tergantung bagaimana kita menyikapi.

Dan sebuah pembelajaran bagiku,  tentu aku harus yakin seperti temanku ini, keyakinan bahwa "Jodoh tidak akan pernah tertukar". Insya Alloh.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Rindu Mereka...

 Episode kali ini RINDU MEREKA...
Teringat bait lagu dari film favoritku dwaktu kecil "keluarga cemara"
 Harta yang paling berharga adalah keluarga...
Istana yang paling indah adalah keluarga...
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga...
Mutiara tiada tara adalah keluarga...
Ana terlahir dari sosok ayah dan ibu yang begitu mencintai anak-anaknya...dan  memiliki 4 saudara..  satu ayuk , 1 adik perempuan, dan 2 orang adik laki-laki... Ke-5 nya memiliki sifat yang berbeda-beda, tak ada yang sama. Mungkin itulah salah satu ibroh yang dapat dipetik dari perbedaan sifat yang dimiliki bisa saling melengkapi dan yang pastinya terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dabn dibalik perbedaan itu semua,,NGANGENIN..huhu..

Sedikit ingin mengurangi rasa rindu dengan melihat gambar-gambar mereka...





Jumat, 21 September 2012

Tangisan Penuh Arti...

Bismillahirrohmanirrohim...
Mungkin diri ini adalah sebagian dari banyaknya perempuan yang pernah melihat orang tua terutama ayahanda tercinta menangis. huh...betul..betul..betul ( upin ipin kali)...
Tak banyak yang dapat diceritakan... kali pertama saat diri ini melihat sosok seorang  ayah yang menangis. Mungkin waktu itu hal yang lumrah kalau melihat seorang ayah menangis, soalnya ayahkan juga manusia masak nggak boleh nangis,,hehe.. Tapi bagi ana hal itu LUAR BIASA soalnya ini kali pertama ana melihat ayahku menangis...
Dibalik tangisan mereka ( ayah dan ibuku) ada makna, entahlah tangisan kesedihan ataupun kebahagiaan yang jelas tangisan mereka akan penuh arti bagiku...

Sedikit ingin bercerita, sembari menunggu acara favorite ku di televisi..sembari menghilangkan kebosanan pada diri ini dalam membuat laporan kasus yang jelimet.. bahasa gaulnya kali...heheh

Waktu itu saat ana yudisium dan wisuda terakhir menamatkan pendidikan kepaniteraan klinik saat sertifikat/ijazah dokter telah diterima...eh tiba-tiba ayahku menangis..mungkin terharu soalnya dah 5,5 tahun begitu lama anaknya baru tamat ..alhamdulillah..

Dan kali ini ayahkupun kembali menangis, bukan hanya beliau tapi ibu ku pun ikut menangis saat mengetahui anaknya gagal dalam ujian kompetensi...ehm jangan kan orang tuaku, akupun butuh waktu satu pekan lamanya untuk menghilangkan kesedihan...betul betul ujian yang besar bagi ku kala itu...( eits tapi ingat setiap rencana Alloh yang telah di tetapkan...adalah Rencana yang TERBAIK dan TERINDAH bagi hamba-hambaNya)...so TIDAK BOLEH MENGELUH!!!

Lanjut ke cerita berikutnya...Air mata dari sosok ayah dan ibu kembali mengalir,, tapi kali ini tentang keberhasilan anaknya yang lulus dalam ujian kompetensi yang kedua..waktu itu, waktu dhuha saat kami sedang berkumpul di meja makan. Saat itu, hp ku berbunyi, ketika ku lihat ternyata dari salah satu sahabatku "tia". Beliau memberikan kabar gembira bahwa aku lulus. Spontan aku langsung memberikan kabar itu kepada orang tuaku,, dan mengalirlah air mata dari orang tua ku...

Tangisan itu kembali berlanjut,,kalau yang ini bukan sekedar tangisan seperti biasanya, tapi lebih malah,,lebih dari seperti biasanya,,bahkan lama,,. Air mata yang mengalir dari seorang ayah ketika sang anak mengutarakan keinginannya untuk  menyempurnakan separuh agamanya. Spontan sang anak yang sebelum-sebelumnya tak pernah menyinggung masalah tentang sebuah pernikahan, tak pernah membicarakan tentang sosok seorang ikhwan yang ingin dijadikannya suami,,lantaran memang anaknya tak pernah ada pacar karena baginya tak ada istilah pacaran sebelum menikah melainkan PACARAN SETELAH MENIKAH.....kala itu sambil meneteskan air mata sosok ayah mulai berbicara bahwa " nak, bapak tak melarang kalau ingin menikah dengan siapapun calonnya, cuman kalau sekarang jangan dulu......"...ketika mendengar petuah dari sosok ayah, ehm pada intinya untuk sekarang memang belum diizinkan... dan sekarang memang harus meluruskan niat kembali dan menyempurnakan ikhtiar...

Tangisan itu kembali lagi mengalir, ketika diri ini ditugaskan di tempat yang  jauh,,soalnya seumur hidup paling jauh itu jarak tempuh di tempat tinggal dan kota asal 6 jam. Tapi sekarang 9-10 jam ditambah lagi di tempat yang memang tak ada keluarga yang tinggal disana... Dan saat keberangkatan ke tempat tujuan ayah dan ibuku menangis.. tangisan pelepasan bagi anaknya yang jauh merantau ke kota orang... sesuatu ya...

 Sekian, sedikit ingin berbagi,,,tangisan-tangisan yang terlihat dari banyaknya air mata yang mengalir dari orang tua tercinta. dan semoga dibalik tangisan itu selalu teriring doa bagi mereka yang telah menjaga, mendidik, bahkan dari seorang ibu yang telah melahirkan ku...
Semoga Alloh mengampuni dan melindungi mereka yang senantiasa menjaga ku...aamiin yaa robbal'alamiin...


Minggu, 16 September 2012

Tak Kenal Maka Ta'aruf...

Bismillahirrohmanirrohim...
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

Ehm sedikit ingin memperkenalkan teman-teman seperjuangan, dokter-dokter shaliha..aamiin yang tinggal dalam satu rumah dinas Puskesmas...
Sesuai dengan judulnya " Tak Kenal Maka Ta'aruf"...maka sedikit akan memperkenalkan mereka satu persatu..
  1. dr.  Anita Yuliani ( ehm,,kalau ini ana sendiri..hehe orangnya kata orang sih sedikit kalem dan pendiam,.. "pembohongan publik tuh" hehe , ehm ada lagi yah berhubung ana pencinta bakso dan sayur,,,so bibi' bakso dan sayurlah gelar sekarang..wuahhaa)
  2. dr.  Sakinah Wenti S. ( yang ini "bumil" lagi hamil maksudnya, kalau berbicara nada atau bahasa kerennya "tone" lembut sekali)
  3. dr.  Indah Kencana ( nah yang ini temen ana dari bangka, orangnya lucu, kalau boleh memberikan julukan yang trend sekarang bagi beliau " mana mungkin"/ "ibu loundry'..hehe pisss dakey!!!)
  4. dr.  Tia Sabrina ( dokter satu ini julukannya " anak ibuk" soalnya apa-apa ibu, makanya dijuluki itu)
  5. dr.  Nabila Yasmin ( nah dokter yang satu ini gelarnya masih sama sampai sekarang " TB/ Tak Terbantahkan", soalnya kalau berbicara dengan beliau, beliau punya segudang argumen buat membantah argumen dari teman2 di rumah)
  6. dr.  Citra Ananta A ( yah kalau yang ini julukannya " uniang", spesialis masak sambal dunk + gelar tambahan bibi' kerupuk coz pencinta kerupuk sejati..hehe)
  7. dr.  Yenny Framela  ( yang ini dokter assli kerinci..hehe kalau beliau di panggil "mama yenny"/ buyen, ahli gizi coy,, soalnya senang menghitung kalori-kalori yang ada pada makanan-makanan.)
  8. dr.  Indadiah Lestari ( dokter satu ini, panggilannya mba di,,ahli dalam memasak puding + tidak jauh berbeda dengan ana, dokter satu ini juga pencinta bakso yang membedakan dengan ana beliau masih bisa mengontrol keinginannya makan bakso tapi kalau ana...indak biso..)





( nita, dakey, uncit, tia, yenny, ina, yasmin, mba di, )

#Muaro Bungo, Ba'da Dzuhur ; Cerita indah dokter internship ...full barokah..AAMIIN# 

Sabtu, 15 September 2012

Pada waktu TEPAT dan TERBAIK ...

Kalau ditanya....

kapan...?
kapan...?
kapan...?

maka jawabnya: " akan indah pada masanya pada waktu yang TEPAT dan TERBAIK...
Jadi tak perlu risau wahai hati, karena Alloh bertindak sesuai kehendaknya dan kehendaknya adalah yang paling SUPER DUPER BAIK bagi hamba-hambaNya"...


ehm ada lagu pernikahan yang acap kali di putar dalam walimahan seseorang..hehe judulnya dah pada tahu semua pasti..ok berikut lirik lagunya...

Barakallahu lakuma
by: Maher Zein
------------------------------

We’re here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together...

We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever...

Let’s raise our hands and make Du’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say...

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

(Baraka Allahu Lakuma wa Baraka 'alaikuma
Wa jama'a baina kuma fii khair.
Barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma
Wa jama'a baina kuma fii khair...)

From now you’ll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure...

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter...

Let’s raise our hands and make Dua
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say...

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

(Baraka Allahu Lakuma wa Baraka 'alaikuma
Wa jama'a baina kuma fii khair.
Barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma
Wa jama'a baina kuma fii khair...)


بارك الله... بارك الله... بارك الله...
بارك الله لكم ولنا
(Barakallah.... Barakallah... Barakallah...
Barakallahu lakum wa lana)

الله بارك لهما
الله أدم حبهما
الله صلّ وسلّم على رسول الله
(Allah... Barik lahuma...
Allah... Adim Hubba huma...
Allah... Shalli wa Sallim 'Ala Rasulillah)

الله تب علينا
الله ارض عنا
الله اهد خطانا
على سنة نبينا
(Allah... Tub 'alaina...
Allah... Irdha 'anna...
Allah... Ihdi Khutaana 'ala Sunnati Nabiyina)

Let’s raise our hands and make Du’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say...

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

(Baraka Allahu Lakuma wa Baraka 'alaikuma
Wa jama'a baina kuma fii khair.
Barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma
Wa jama'a baina kuma fii khair...)

Jumat, 14 September 2012

Kala Hati Terlabuhkan...


ehm kalau berbicara masalah hati, maka tentunya hatilah yang akan memecahkannya. Hati yang senantiasa melibatkan Alloh dalam menilai dan menentukan sesuatu. Tak perlu bersedih karena Alloh kan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Karena Alloh Sang Eksekutor yang Maha Adil. 
Sepatah kata-kata yang menjadi penyemangat diri, ehm muncul begitu saja jikalau ingin membuat entri yang baru. Setidaknya untuk saat ini Alloh masih menguatkan diri ini untuk tetap bertahan...

"  Puisi Hati "

Kala hati terlabuhkan karena Alloh, Insyaalloh keberkahan akan selalu menghampirimu.
Disaat menurut Alloh kita telah pantas, insyaalloh Alloh akan memberikan yang terbaik menurutNya..tentunya pada waktu yang TEPAT dan TERBAIK...
Jadi, bersabarlah wahai hati akan indah pada masanya.
Biarkan Alloh yang memilihkannya...
Jangan biarkan nafsu yang memilih, karena nafsu pada dasarnya tak berlandaskan karena Alloh melainkan berlandaskan kehendak manusia...

Tetaplah  bersemangat wahai diri...
Bersemangat dalam berjuang...
Bersemangat untuk tetap berada dalam barisan ini...
Bersemangat untuk tetap membangun sebuah peradaban rabbani...

Engkau adalah pejuang..
Yang kan selalu berjuang meski sekecil ataupun sebesar masalah yang kau hadapi..
Karena Engkau memang pejuang..
Pejuang Alloh...

#ba'da isya, Muaro Bungo : jejak-jejak kelana sang perantau#